Setiap hari kita baca, dengar dan saksikan melalui media massa, adanya penangkapan, penyergapan, penemuan barang haram narkoba, yang akan diedarkan, yang akan dikomsumsi, maupun yang baru akan masuk ke wilayah Indonesia. Pengedaran narkoba sudah menggurita, menyentuh setiap lapisan warga, dari bupati, pegawai, polisi, tentara, pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa, sopir, pilot, sampai bapak ibu rumah tangga, bahkan orang yang sudah hidup di dalam bui pun masih bisa berperan, baik sebagai pengedar, pengkomusmi, maupun sebagai perantara. Bukan saja di kota-kota tetapi narkoba sudah merambah sampai ke pelosok pedalaman. Fenomena apa ini ?
Mengapa narkoba semakin sulit diberantas ? Ada berbagai kepentingan di sana, pengkomsumsi ingin mendapatkan kenikmatan, pengedar dan perantara ingin mendapatkan penghasilan menggiurkan. Itulah surganya narkoba.
Di sisi lain, baik pengkomsumsi, pengedar, mau pun perantara, harus main kucing-kucingan dengan para petugas, dari kepolisian dan BNN. Narkoba yang datang dari negeri luar, bisa masuk melalui bandar udara mau pun pelabuhan, karena begitu ketatnya pemeriksaan, maka para penyelundup lebih memanfaatkan pelabuhan tikus, bahkan berani masuk melalui pelabuhan kontainer.
Lemahnya sistem hukum di Indonesia membuat negeri ini bagai sorga bagi pengedar dan pengkomsumsi. Hukuman mati hanya diberikan pada pengedar dengan batas tertentu, sementara para pengkomsumsi hanya dihukum penjara sekian tahun, bahkan karena penjara dianggap tidak manusia maka dimasukkanlah ke pusat-pusat rehabilitasi. Buktinya bahwa baik penjara maupun rehabilitasi tidak cukup ampuh mencegah peredaran narkoba, bahkan semakin luas peredarannya. Mereka pengkomsumsi yang dihukum penjara masih bisa menikmati narkoba dari balik jeruji, pengedar juga masih aktif, bahkan dibantu oleh pihak petugas lapas, tentu dengan sejumlah imbalan, mereka yang alumni panti rehabilitasi setelah keluar dari pusat rehabilitasi, bisa kembali menjadi penikmat narkoba. Mereka tidak bisa dengan mudah lepas dari cengkraman surganya narkoba.
Apakah mereka tidak tahu dampak negatif narkoba terhadap tubuh ? Mereka bukan tidak tahu, semua berawal dari hanya coba-coba, karena efek yang luar biasa dari nikmatnya narkoba itu sehingga dari coba-coba menjadi ingin selalu menimati, dari ingin selalu menikmati akhirnya tidak bisa lagi keluar dari kebiasaan itu, jika tidak mengkomsumsi akan menimbulkan perasaan tidak nyaman di badan, sehingga selalulah ingin mengkomsumsi, ketika tidak bisa lagi menahan diri dari rasa ingin menikmati, maka sudah para pengkomsumsi sudah mengalami adksi fisologik. Kondisi ini tentu akan sangat memperburuk pengkomsumsi karena sudah kecanduan, sudah mengalami sifat ketergantungan terhadap obat terlarang itu. maka segala cara akan dilakukan untuk mendapatkannya. Dengan berbagai varian, narkoba dapat merusak sistem saraf pengkomsinya, baik itu yang bersifat stimulan, depresan, euforia maupun yang bersifat halusinogen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar